Minggu, 15 April 2012

Sameo

Sameo
Tanaman Sameo :
 Merupakan tanaman daun
 Cocok sebagai tanaman indoor
 Tampilan tanaman ini sangat
ekslusif, sehingga terkesan mahal
 Mudah tumbuh di mana saja
 Syarat Tumbuh
• Suhu 15 – 27 oC
• Kebutuhan cahaya, tanaman ini
mudah menyesuaikan dengan
cahaya yang ada. Sehingga
mampu tumbuh dengan cahaya
yang penuh maupun dalam
ruangan
• Kelembaban udara : sedang (50%
- 60%)
Pembudidayaan
Penyiapan media tanam
• Sameo menyukai media yang cukup
lembab
• Media praktis terdiri dari campuran
pasir malang, sekam bakar dan
pupuk kandang (1:2:1)
 Penanaman
• Pada umumnya dilakukan secara vegetatif
• Sedangkan cara generatif sangat jarang
dilakukan
Cara Vegetatif :
• Stek tunas
• Stek daun
• Stek batang
Cara generatif :
• Dengan biji
• Jarang dilakukan karena sangat sulit
dilakukan dan belum banyak informasi
tentang perbiakan dengan biji
Pembudidayaan
 Pemeliharaan Tanaman
1. Penyiraman :
Sameo memerlukan penyiraman dengan
frekuensi yang relatif sering.
Asalkan media tanam tidak terlalu kering,
tanaman ini dapat tumbuh baik
2. Pemupukan :
Dari campuran media standar, sudah
mampu memberikan unsur hara yang
cukup bagi tanaman
Setiap 3 bulan sekali ditambah pupuk
organik
Apabila kondisi tanaman masih kurang
subur, dapat diberikan pupuk anorganik
yang slow release.
 3. Hama dan penyakit yang sering menyerang
Hama : ulat, belalang dan kutu daun
Penyakit : busuk umbi/akar dan karat daun


Philodendron

Philodendron

Philodendron termasuk keluarga Araceae,
seperti halnya Aglonema, Anthurium,
dan Caladium
Philo juga mempunyai daya tarik pada
bentuk dan warna daunnya, diantaranya:
 Seperti Hati
 Lonjong berujung lancip
 Menjari
 Warna daun bermacam-macam yang
mampu menampilkan pesona keindahan
Syarat Tumbuh
Suhu 18 – 24 oC
Kebutuhan cahaya sedang
(berkisar antara 30% – 50%
Kelembaban udara 50% - 60%
Pembudidayaan
Penyiapan media tanam
• Media praktis yang sering digunakan antara
lain Pakis, Arang sekam, Sekam, atau
campuran dari ketiganya dengan ditambah
pupuk kandang/kompos
Penanaman
• Pada umumnya dilakukan pada organ
vegetatifnya, dengan cara
menumbuhkan anakan tunas dari
pemotongan pohon induknya
• Untuk perkembangbiakan secara
generatif sangat jarang dilakukan
Pemeliharaan Tanaman
1. Penyiraman :
Seperti halnya tanaman keluarga araceae
yang lain, tanaman ini juga membutuhkan
kelembaban media yang baik. Sehingga
peran media sangat penting dalam
pembudidayaan tanaman ini.
2. Pemupukan :
Dari campuran media standar, sudah
mampu memberikan unsur hara yang cukup
bagi tanaman
Setiap 3 bulan sekali ditambah pupuk
organik
Apabila kondisi tanaman masih kurang
subur, dapat diberikan pupuk anorganik
yang slow release.
Pemeliharaan Tanaman
3. Hama dan penyakit yang sering
menyerang
Hama : ulat dan belalang
Penyakit : busuk umbi/akar dan
karat daun

CALADIUM

 CALADIUM
Caladium/Keladi
 JENIS LIAR
 JENIS HIBRIDA  Dibudidayakan
Morfologi tanaman Caladium :
 Tidak berbatang, hanya membentuk
pelepah atau tangkai daun
 Daun bervariasi (segitiga, oval, bulat
bundar panjang)
 Pangkal daun berlekuk
 Warna daun bervariatif
Syarat Tumbuh
• Suhu 22 – 25 oC
• Kebutuhan cahaya sangat minim
(suka cahaya tidak langsung)
• Kelembaban udara 50% - 60%
• Lokasi Ideal : 300 – 400 m dpl.
 Pembudidayaan
Penyiapan media tanam
• Media praktis terdiri dari campuran sekam, pupuk
organik dan daun bambu (1:1:1)
Penanaman
• Dapat dilakukan secara vegetatif dan generatif
Cara Vegetatif :
• Stek tunas
• Mutilasi tanaman
Cara generatif :
• Dengan biji
• Jarang dilakukan karena secara alami sulit membentuk
biji dan kalau biji sudah terbentuk untuk dijadikan bibit
perlu waktu yang lama
• Dilakukan untuk menghasilkan bibit baru dengan cara
persilangan.
Pemeliharaan Tanaman
Masa dorman Keladi masa dorman/mati
suri yang hanya meninggalkan umbi di
media tanam
1. Penyiraman :
Keladi menyukai cukup air, sehingga media
yang digunakan untuk menanam keladi
harus mampu menahan air.
2. Pemupukan :
Dilakukan pada awal masa pertumbuhan
Pupuk yang digunakan : pupuk organik,
anorganik yang slow release
 Pemeliharaan Tanaman
3. Repotting :
Merupakan kegiatan penggantian pot dan
media untuk mengatasi permasalahan
pertumbuhan keladi yang terlalu subur
atau pertumbuhan terhambat
4. Hama dan penyakit yang sering
menyerang
Hama : ulat dan belalang
Penyakit : busuk umbi


Anthorium Bunga & Daun

TANAMAN HIAS
INDOOR

Anthorium
• Dibedakan menjadi 2 :
1. Anthorium bunga :
Saat ini sudah dihasilkan anthorium
bunga yang beraneka macam warna
bunganya, antara lain; merah, merah
muda, orange, pink, putih, kehijauan.
2. Anthorium daun :
Keindahan dan keunikan tampilan
daun menimbulkan pesona yang
sangat menarik. Dilihat dari
karakteristik daunnya banyak jenis
dari Anthorium daun ini yang
difungsikan sebagai tanaman indoor,
antara lain; A. jemanii; A. gelombang
cinta; A. keris; A. bokeri; A. mawar;
A. dasi; dan lain sebagainyaAnthorium bunga
Syarat tumbuh
• Suhu 14 – 28 oC
• Intensitas cahaya 30% - 40%
• Kelembaban udara 50% - 60%
• Kelembaban media 50%
• Lokasi Ideal : 300 – 400 m dpl.
 Pembudidayaan
Anthorium Bunga
• Penyiapan wadah/pot, biasanya berasal dari pot plastik. Bentuk dan ukurannya disesuaikan dengan jenis dan besarnya tanaman
• Penyiapan media, syarat :
– Zat hara makro dan mikro cukup
– pH netral
– Porous
Media yang cocok untuk Anthorium bunga adalah campuran dari pakis, arang sekam dan pupuk kandang Penanaman
• Dapat dilakukan dari tunas anakan atau dari bibit yang berasal dari biji
Pemeliharaan Tanaman
– Penyiraman
– Pemupukan
– Pengendalian hama penyakit, hama 
penting : Mealybugs, Ulat, dan Keong.
Penyakit : Bakteri akar, busuk akar, keriput daun Pembudidayaan Anthorium Bunga
Anthorium daun
Syarat tumbuh
• Suhu 14 – 28 oC
• Intensitas cahaya 30% - 40%
• Kelembaban udara 50% - 60%
• Kelembaban media 50%
• Lokasi Ideal : 200 – 400 m dpl.
Pembudidayaan
Anthorium Daun
• Media Tanam
Media yang cocok untuk Anthorium
daun cukup dengan pakis saja.
• Penanaman
 Pada umumnya Anthorium daun ditanam
menggunakan bijinya.
 Biji Anthorium yang telah masak berwarna
merah, yang menunjukkan biji telah siap
untuk disemai.
 Media persemaian yang baik adalah serbuk
pakis yang ditambah sedikit pupuk kandang.
 Bibit dari persemaian siap ditanam pada
single pot kurang lebih berumur 3 bulan.
Perawatan :
• Penyiraman
• Pemupukan
• Pengendalian hama penyakit, hama
penting : Mealybugs, Ulat, dan
Keong. Penyakit : Bakteri akar,
busuk akar, keriput daun
Pembudidayaan
Anthorium Daun




Jumat, 16 Maret 2012

DERITA PROVINSI PENGHASIL MINYAK

DELEMA PROVINSI PENGHASIL MINYAK (BUMI & NABATI)

"Kami masyarakat RIAU SETUJU kenaikan harga BBM. Rp 6500 / liter pun tak jadi masalah yang penting POM bensin jangan kosong. Toh kami terbiasa membeli bensin eceran yang harganya 6000 lebih. Hingga kalau kekosongan kami bisa beli bensin hingga 10.000,bahkan baru 14.000 per liter. Jadi kalian masyarakat jawa. Sebelum demo bbm naik. Coba pikirkan nasib kami yang tinggal di daerah. Minyak kami kalian SEDOT untuk supply ke Pulau jawa, sedangkan kami kekosongan di POM bahkan sampai ber minggu2 sudah hal biasa. Kalian di pulau jawa kekosongan di POM baru 1 atau 2 hari. Sudah ribut luar biasa. Di liput media. INGAT!!! Indonesia bukan hanya JAWA. Yang SETUJU silahkan share" apa lg d kab.siak minyak 1 liter harganya mencapai 20.000.
RIAU ♈ªϞƍ katanya diatas minyak dibawah minyak bisa kekurangan minyak warganya, itulah potret Provinsi kami, Ironis sekali Bukan??

Rabu, 14 Maret 2012

caratanam Aglaonema

TANAMAN HIAS INDOOR
Aglaonema
• Aglonema berasal dari kata Yunani yaitu
– Aglaos : Sinar
– Nema : Benang,
• Karena keindahannya, Aglaonema mendapat
julukan “The world’s best houseplants”
• Dari segi mitos, tanaman ini dipercaya
membawa keberuntungan:
– Di Indonesia dinamakan “Sri Rejeki”
– Di Malaysia disebut “Good Luck Plant”
– Di Philipina disebut “La Suerte”
• Asal : Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia,
Philipina, Thailand, Kamboja)
Syarat Tumbuh Aglaonema
• Lokasi Ideal : 300 – 400 m dpl. Di bawah 300
m dpl pertumbuhan tanaman lebih cepat, di
atas 400 m dpl pertumbuhan lebih lambat.
• Intensitas cahaya : terbatas (10% – 30%)
sehingga tanaman ini mampu tumbuh di
dalam ruangan 1 – 2 minggu.
• Iklim dan cuaca : suhu 28 – 30 oC (Siang),
suhu 20 – 22 oC (Malam)
• Kelembaban udara : 50% – 60%, kelembaban
media 50%.
• Sirkulasi udara/angin harus baik.
Pembudidayaan
 Pot Tanah,
 Pot Plastik,
 Pot Keramik.
Bentuk dan ukuran
pot disesuaikan
dengan kondisi
tanamannya.
Penyiapan wadah/pot :
Penyiapan media, syarat :
1. Zat hara makro dan mikro cukup
2. pH netral
3. Porous
Pembudidayaan
Penanaman Aglonema :
1. Atur styrofoam di dasar pot (1/5 tinggi pot)
2. Masukkan media hingga ½ bagian pot
3. Tanam aglaonema di bagian tengah (jangan
sampai akar rusak)
4. Isi media hingga penuh, siram dengan air
hingga media basah. Letakan pot di tempat
teduh
Pembudidayaan
Perawatan tanaman :
1. Penyiraman
2.Pemupukan
3.Pemangkasan
4.Pengendalian hama penyakit,
Hama penting : Mealybugs, Ulat,
Kutu akat dan Keong.
Penyakit : Bakteri akar, jamur akar,
busuk akar, keriput daun
Perbanyakan Tanaman Aglaonema
Secara Generatif dengan biji:
• bunga aglaonema bersifat dichogamaous (bunga jantan dan betina tidak masak bersama)
• Secara alami dilakukan oleh serangga,sehingga anakan sering tidak sama dengan induknya
• Secara buatan, penyerbukan dilakukan dengan bantuan manusia 
Secara Vegetatif :
• Stek batang tanpa akar
• Stek batang beserta akar
• Stek tunas
• Cangkok
 PerbanyakanTanaman Aglaonema
1) Secara Generatif (dengan Biji)
Menyemai biji aglonema :
1. Siapkan biji aglaonema yang masak
2. Oleskan biji ke larutan fungisida
3. Tanamkan biji aglonema dalam lubang sedalam 0,5 
cm. Tutup media secara tipis-tipis di atas permukaan lubang tsb.
4. Tunas mulai muncul setelah 4 bulan
Perbanyakan Tanaman Aglaonema
2) Secara Vegetatif
STEK ANAKAN :
1. Ambil tanaman yang telah memiliki anakan
2. Pisahkan anakan secara hati-hati, usahakan akar tidak rusak. 
Potong anakan dengan pisau yang tajam dan bersih
3. Bekas luka diolesi penutup luka untuk mencegah serangan cendawan
4. Anakan siap ditanam di media. Letakkan di tempat teduhPerbanyakan
Tanaman Aglaonema
 Perbanyakan Tanaman Aglaonema
 STEK BATANG (CARA 1)
 1. Pilih batang yang tua dan sehat
2. Potong 3 – 5 cm (minimal ada 2 tunas pada
setiap potongan)
3. Oleskan batang dengan penutup luka
4. Benamkan bibit secara horizontal ke media
(media berupa sekam bakar dan pasir dengan
perbandingan 1 : 1. Semprot air secukupnya.
Setelah 6 minggu muncul daun, tunggu 2 – 3
helai daun baru dapat dipindah secara soliter
ke pot.
 STEK BATANG (CARA 2)
 1. Pilih batang yang sehat
2. Potong bagian bawah batang (minimal ada 2 –3 akar)
3. Olesi penutup luka pada bagian pangkal bekaspotongan
4. Batang atas ditanam di pot terpisah, letakkan
di tempat teduh. Batang bawah akan tumbuh 2– 3 tunas
 CANGKOK
 1. Siapkan pot, lalu belah dan buat lubang pada bagian tengah
2. Masukkan pot ke batang, lalu jejalkan media hingga penuh
3. Ikat dengan tali plastik hingga kuat
4. Buka ikatan tali setelah 3 bulan (akar baru sudah mucul). Tanaman siap dipisahkan ke media lain.
 Langkah Hibridisasi
1. Pilih tanaman dengan seludang bunga yang
sudah mekar (seludang biasanya membuka
pada malam hari yang menandakan putik sudah
masak, pada pagi harinya harus segera
dilakukan penyerbukan. Penyerbukan pada hari
berikutnya tidak akan berhasil)
2. Ambil tepung sari dari bunga yang sudah mekar
2 hari, pada saat itu menandakan bahwa tepung
sari sudah masak dengan tanda-tanda ujung
bunga dipenuhi serbuk sari yang berwarna putih
3. Serbuk sari yang sudah matang diambil dengan
kuas/cotton butt yang ditampung dalam cawan
yang bersih. Kemudian serbuk sari diolehkan ke
kepala putik dengan kuas.
4. Keberhasilan penyerbukan ditandai
mengeringnya bunga dan membesarnya bakal
buah. Dari terbentuknya buah muda sampai
matang membutuhkan waktu sekitar 4 bulan.
 Hibridisasi
PROSES PENYILANGAN :
1.Pilih calon bunga yang akan disilangkan
2.Oleskan serbuk sari ke putik
3.Sungkup bunga dengan plastik untuk mengatur kelembaban
4.Buah matang siap dipanen